KEDATANGAN BANGSA - BANGSA BARAT di INDONESIA


SEJARAH
BAHAN PTS KELAS VIII SEMESTER 2
A.  Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat ke Indonesia
          Keunggulan lokasi berperan penting terhadap kegiatan ekonomi, transportasi, dan komunikasi masyarakat Indonesia. Berbagai keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia juga menjadi salah satu pendorong bangsa-bangsa asing untuk datang ke Indonesia. Bukan hanya bangsa-bangsa Asia, tetapi bangsa-bangsa Eropa yang letaknya ribuan kilometer dari Indonesia tertarik dan berdatangan ke Indonesia.
          Untuk memahami perubahan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan, kalian terlebih dahulu perlu mengkaji latar belakang dan proses kedatangan bangsa-bangsa Barat serta perkem -bangan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.
1.     Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat
Mengapa bangsa-bangsa Barat tertarik dengan kekayaan Indonesia? Kekayaan
apa saja yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia?
a.      Daya Tarik Indonesia bagi Bangsa-Bangsa Barat
          Berbagai komoditas perdagangan berupa rempah-rempah yang dihasilkan bangsa Indonesia menjadi incaran bangsa-bangsa Barat. Bangsa-bangsa Barat sangat membutuhkan rempah-rempah, sementara persediaan di Eropa sangat terbatas. Rempah-rempah bagi bangsa-bangsa Eropa dapat digunakan untuk mengawetkan makanan, bumbu masakan, dan obatobatan. Negara-negara tropis seperti Indonesia kaya akan rempah-rempah sehingga bangsa-bangsa Barat berusaha memperolehnya.
b.      Motivasi 3G (Gold, Gospel, dan Glory)
          Gold, Gospel, Glory merupakan motivasi Bangsa-bangsa Barat melakukan penjelajahan samudra. Terkenal dengan sebutan 3G karena memang semboyan tersebut berawalan dengan huruf “G”, yakni Gold, Glory, dan Gospel. Gold artinya emas, yang identik dengan kekayaan. Semboyan ini menggambarkan bahwa tujuan bangsa Barat ke Indonesia adalah untuk mencari kekayaan. Itulah yang membuat mereka melakukan ekspedisi dan penjelajahan.  Glory bermakna kejayaan bangsa.
Gospel adalah keinginan bangsa Barat untuk menyebarluaskan atau menga- jarkan agama Nasrani khususnya agama Kristen ke bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
c.       Revolusi Industri
          Revolusi industri merupakan salah satu pendorong imperialisme modern. Revolusi Industri adalah pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang dari sebelumnya menggunakan tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga mesin.
Penggunaan mesin dalam industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, serta barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dan cepat. .
          Revolusi Industri yang terjadi sekitar tahun 1750-1850 merupakan salah satu pendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia.  Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk menjual hasil-hasil industrinya.
          Salah satu pengaruh Revolusi Industri yang sangat terasa adalah dalam kegiatan transportasi. Penemuan mesin uap yang dapat dijadikan mesin penggerak perahu merupakan teknologi baru pada masa tersebut. Perahu dengan mesin uap merupa- kan penemuan sangat penting yang mendorong penjelajahan bangsa-bangsa Barat. Penggunaan mesin uap dapat memperpendek waktu perjalanan. Selain penemuan mesin uap, Revolusi Industri didukung berbagai penemuan lain, seperti kompas, mesin pemintal, dan sebagainya. Penemuan-penemuan tersebut memicu bangsa-bangsa Barat untuk melakukan berbagai petualangan.
2.     Kedatangan Bangsa-bangsa Barat ke Indonesia
a.      Kedatangan Bangsa Portugis di Maluku
          Perjalanan bangsa Portugis mencari sumber rempah-rempah diawali dari kota Lisabon, Portugis. Pada tahun 1486, Bartolomeus Diaz melakukan pelayaran pertama menyusuri pantai barat Afrika. Ia bermaksud melakukan pelayaran ke India, namun gagal. Portugis mencapai Malaka pada tahun 1511 di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Ia berhasil menguasai Malaka dan Myanmar. Selanjutnya Portugis menjalin hubungan dagang dengan Maluku. Pada tahun 1512, bangsa Portugis telah berhasil sampai di Maluku di bawah pimpinan Antonio de Abreu dan Fransisco Serao..
b.      Ekspedisi Bangsa Inggris
          Persekutuan dagang milik Inggris diberi nama EIC (East Indian Company). Di
dalamnya bergabung para pengusaha Inggris. Walaupun Inggris tiba di Kepulauan
Nusantara, pengaruhnya tidak terlalu banyak seperti halnya Belanda. Hal ini disebabkan EIC terdesak oleh Belanda, sehingga Inggris menyingkir ke India/Asia Selatan dan Asia Timur.
c.       Kedatangan Bangsa Belanda di Jayakarta (Jakarta)
          Bagaimana proses kedatangan Belanda di Indonesia? Seorang pelaut Belanda Cornelis de Houtman memimpin ekspedisi ke Indonesia. Benih kekuasaan penjajah Belanda di Nusantara bermula dari kedatangan empat kapal dagang pimpinan Cornelis de Houtman pada 1596. Mereka mendarat di pesisir Banten. Namun, penduduk  Banten dan sekitarnya mengusir mereka karena sikap mereka yang semena-mena dan berlaku sombong terhadap penduduk setempat. Pada 1598, rombongan dari Belanda datang lagi. Kali ini dipimpin Jacob van Neck. Penduduk Banten menyambut mereka dengan ramah karena mereka juga bersikap sopan dan ramah. Tujuan van Neck datang hanya satu, yakni berdagang. Sejak kedatangan rombongan Jacob van Neck, banyak kapal Belanda yang datang silih berganti ke wilayah Banten. Namun, rombongan kapal-kapal itu ternyata tidak memiliki hubungan yang erat. Di antara kapal-kapal Belanda yang datang itu malah seringkali terjadi persaingan dan bahkan pertikaian. Akibatnya, konflik terjadi di antara mereka.
          Atas dasar perlunya persatuan di kalangan pihak-pihak yang melakukan  perdagangan, seorang negarawan Belanda, yakni Johan van Oldenbarnevelt mengusulkan agar masyarakat Belanda membuat  kongsi dagang. Akhirnya, pada 20 Maret 1602, usulan itu diterima sehingga Belanda kemudian mendirikan kongsi dagang bernama Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).
Tujuan didirikannya VOC, yakni sebagai berikut:          
a.    Menghilangkan persaingan antar pedagang Belanda.
b.    Memperkuat persatuan menghadapi bangsa Portugis yang ada di Nusantara
c.    Mencari  laba yang sebesar-besarnya untuk  membantu pemerintah dalam
       menghadapi perang melawan Spanyol.

          Pemerintah Belanda merasa senang dengan maksud dan tujuan VOC. Atas persetujuan parlemen Belanda, pemerintah lalu memutuskan memberi hak istimewa kepada VOC yang diberi nama hak octroi atau hak paten. Hak-hak VOC antara lain sebagai berikut.
1.Hak mencetak dan mengedarkan uang.
2. Hak memiliki angkatan perang.
3. Hak memerintah daerah yang diduduki.
4. Hak melakukan perjanjian dengan raja-raja.
5. Hak memonopoli perdagangan rempah-rempah
          Pada tahun 1605 VOC mulai merampas wilayah-wilayah di Nusantara. Maluku direbut VOC dari tangan Portugis. Bahkan benteng Portugis di Maluku berhasil direbutnya. Benteng itu kemudian diberi nama Benteng Victoria. Setelah Ambon dikuasai, VOC mengangkat Pieter Both sebagai Gubernur Jendral VOC yang pertama.

          VOC mengincar Jayakarta. Pada 1616 Jayakarta berhasil dikuasai sehingga kota itu diubah menjadi Batavia. Mulai saat itu, pelayaran di Selat Sunda dan Selat Malaka bisa diawasinya. Tahun itu juga kota Batavia ditetapkan sebagai pusat kegiatan VOC dengan pimpinannya Jan Pieterszoon Coen.

   
Pengaruh Monopoli dalam Perdagangan
          Pada awal kedatangannya, bangsa-bangsa Barat diterima dengan baik oleh rakyat Indo-nesia. Hubungan perdagangan tersebut kemudian berubah menjadi hubungan penguasaan atau penjajahan. VOC terus berusaha memperoleh kekuasaan yang lebih dari sekedar jual beli. Itulah yang memicu kekecewaan, kebencian, dan perlawanan fisik.
          Pada awalnya, VOC meminta keistimewaan hak-hak dagang. Akan tetapi, dalam
perkembangannya menjadi penguasaan pasar (monopoli). VOC menekan para raja untuk memberikan kebijakan perdagangan hanya dengan VOC. Akhirnya, VOC bukan hanya menguasai daerah perdagangan, tetapi juga menguasai politik atau pemerintahan
Apakah yang disebut monopoli?
Monopoli adalah penguasaan pasar yang dilakukan oleh satu atau sedikit perusahaan. Bagaimanakah dampak monopoli? Bagi pelaku perusahaan, monopoli sangat menguntungkan karena mereka dapat menentukan harga beli dan harga jual. Sebagai contoh, pada saat melakukan monopoli rempah-rempah di Indonesia,VOC membuat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Isinya, setiap kerajaan hanya mengizinkan rakyat menjual hasil bumi kepada VOC. Karena produsen sudah dikuasai VOC, maka pada saat rempah-rempah dijual, harganya sangat turun. Sebaliknya, VOC menjualnya kembali ke Eropa dengan harga yang sangat tinggi. Tentu kalian bertanya, mengapa kerajaan-kerajaan di Indonesia membiarkan VOC memonopoli perdagangan? Semua itu terjadi karena keterpaksaan. Belanda memaksa kerajaan-kerajaan di Indonesia untuk menandatangani kontrak monopoli dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah politik adu domba atau dikenal devide et impera.
Siapa yang diadu domba? Adu domba yang dilakukan Belanda dapat terjadi terhadap kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain, atau antarpejabat kerajaan. Apa tujuan Belanda melakukan adu domba?
Belanda berharap akan terjadi permusuhan antarbangsa Indonesia, sehingga terjadi perang antarkerajaan. Belanda juga terlibat dalam konflik internal yang terjadi di kerajaan. Pada saat terjadi perang antar-kerajaan, Belanda mendukung salah satu kerajaan yang berperang. Demikian halnya saat terjadi konflik di dalam kerajaan, Belanda akan mendukung salah satu pihak. Setelah pihak yang didukung Belanda menang, Belanda akan meminta balas jasa.
          VOC mengalami kebangkrutan pada akhir abad XVIII. Korupsi dan manajemen perusahaan yang kurang baik menjadi penyebab utama kebangkrutan VOC. Akhirnya, tanggal 13 Desember 1799, VOC dibubarkan. Mulai tanggal 1 Januari 1800, Indonesia menjadi jajahan Pemerintah Belanda, atau sering disebut masa Pemerintahan Hindia Belanda. Mulai periode inilah Belanda secara resmi menjalankan pemerintahan kolonial dalam arti yang sebenarnya.


Pengaruh Kebijakan Kerja Paksa
          Pernahkah kalian mendengar istilah kerja rodi atau kerja paksa? Bagaimana
rasanya apabila bekerja karena terpaksa? Tentu saja bekerja karena terpaksa hasilnya
tidak sebaik pekerjaan yang dilakukan dengan sukarela
          Pembangunan jalur Anyer-Panarukan sebagian besar dilakukan oleh tenaga
manusia. Puluhan ribu penduduk dikerahkan untuk membangun jalan tersebut. Rakyat
Indonesia dipaksa Belanda untuk membangun jalan. Mereka tidak digaji dan tidak
menerima makanan yang layak. Akibatnya, ribuan penduduk meninggal baik karena
kelaparan maupun penyakit yang diderita. Pengerahan penduduk untuk mengerjakan
berbagai proyek Belanda inilah yang disebut kerja rodi atau kerja paksa
      
Pengaruh Sistem Sewa Tanah
          Inggris menguasai Indonesia mulai 1811-1816, dengan Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal. Pada tahun 1814, Napoleon Bonaparte kalah melawan raja–raja di Eropa dalam perang koalisi. Untuk memulihkan kembali keadaan Eropa, diadakan Kongres Wina 1814. Adapun antara Inggris dan Belanda diadakan Convention of London 1814, yang salah satun isiya adalah: Belanda mendapatkan kembali wilayah-wilayah kekuasaannya di Nusantara dari Inggris.
          Saat Inggris menguasai Indonesia, Gubernur Jenderal Lord Minto membagi daerah jajahan Hindia Belanda menjadi empat gubernement, yakni Malaka, Sumatra, Jawa, dan Maluku. Lord Minto selanjutnya menyerahkan tanggung jawab kekuasaan atas seluruh wilayah itu kepada Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.
          Salah satu kebijakan terkenal pada masa Raffles adalah sistem sewa tanah atau
landrent-system atau landelijk stelsel. Sistem tersebut memiliki ketentuan, antara lain
sebagai berikut.
a. Petani harus menyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut.
b Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah.
c. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai.
d. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.
Pengaruh Sistem Tanam Paksa
Pada tahun 1830,Johannes van den Bosch menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel). Kebijakan ini diberlakukan karena Belanda menghadapi kesulitan keuangan akibat perang Jawa atau Perang Dipone-goro (1825-1830) dan Perang Belgia (1830- 1831).
Tahukah kalian ketentuan-ketentuan kebijakan tanam paksa? Simaklah
ketentuan-ketentuan sistem tersebut berikut ini.
1. Penduduk wajib menyerahkan seperlima tanahnya untuk ditanami
tanaman wajib dan berkualitas ekspor.
2. Tanah yang ditanami tanaman wajib bebas dari pajak tanah.
3. Waktu yang digunakan untuk pengerjaan tanaman wajib tidak melebihi
waktu untuk menanam padi.
4. Apabila harga tanaman wajib setelah dijual melebihi besarnya pajak
tanah, kelebihannya dikembalikan kepada penduduk.
5. Kegagalan panen tanaman wajib bukan kesalahan penduduk, melainkan
menjadi tanggung jawab pemerintah Belanda.
6. Penduduk dalam pekerjaannya dipimpin penguasa pribumi, sedangkan
pegawai Eropa menjadi pengawas, pemungut, dan pengangkut.
7. Penduduk yang tidak memiliki tanah harus melakukan kerja wajib selama
seperlima tahun (66 hari) dan mendapatkan upah.
Ketentuan kebijakan tanam paksa yang diberlakukan pemerintah Hindia Belanda
sangat memberatkan masyarakat Indonesia. Apalagi, pelaksanaannya penuh dengan
penyelewengan sehingga semakin menambah penderitaan rakyat Indonesia. Banyak
ketentuan yang dilanggar atau diselewengkan baik oleh pegawai Belanda maupun
pribumi. Praktik-praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat tersebut antara
lain sebagai berikut.
a. Menurut ketentuan, tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari
tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya, selalu lebih bahkan sampai ½
bagian dari tanah yang dimiliki rakyat.
b. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan.
c. Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai.
d. Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Bahan Formatif - materi : Periodisasi Masa Praaksara---kls 7 semester genap